Belajar Memahami Dan Berempati Dari Ausman, The Unbreakable Boy

IndonesianJournal.id, Jakarta – Austin atau Ausman, terlahir dari ibu yang menurunkan kelainan bawaan, tulang yang mudah patah. Kondisi ini jadi lebih kompleks pada Austin yang juga menyandang Auties. Namun, ditengah kondisiya yang istimewa, Austine ternyata pribadi yang ceria, punya empati yang tinggi terhadap orang disekitarnya, dan cepat memahami kondisi orang-orang disekitarnya.
Film yang dibintangi Zachary Levi yang berperan sebagai Scott LeRette, ayah dari Austin ini dimulai dari suasana pesta pergantian tahun, yang kemudian mengulas kembali Scott dan Teresa (Meghann Fahy) bertemu, jatuh cinta dan akhirnya menikah dan memiliki Austin sebagai anak pertama dengan segalah ke-istimewaannya, dan Logan (Gavin Warren) sebagai anak kedua.
Diawal cerita ke istimewaan Austine cukup mengganggu buat Scott dan Teresa, terutama saat Austin menjelaskan sesuatu dan tidak bisa berhenti. Namun, keistimewaan ini lah yang membuat warna pada orang-orang disekitarnya. Dengan kepekaannya, Austin bisa memahami orang lain dengan mudah.
The Unbreakable Boy memang bukan sebuah film dengan banyak trik kamera atau edit yang dengan efek luar biasa. Film drama keluarga yang menghadirkan klimaks dengan porsi yang lembut dan menyenangkan buat ditonton. Tidak menguras emosi dengan berlebihan. Tapi berhasil memberikan pembelajaran yang banyak buat penontonnya.
Pelajaran tentang hubungan antara anggota keluarga, hubungan antara anggota masyarakat, berempati terhadap orang lain, melihat dengan cara positif dan menyudahi ego yang berlebihan.
Bahkan Austin mampu mendamaikan kedua orang tuanya yang nyaris berpisah.