Lepas Ekspor Perdana Kratom USD 1 Juta, Mendag Beri Apresiasi Pelaku Usahanya

IndonesianJournal.id, Cikarang – Kratom merupakan tanaman asli dari Pulau Kalimantan yang banyak tumbuh subur di sepanjang Sungai Kapuas. Kualitas kratom Indonesia adalah yang terbaik di dunia. Kratom semula merupakan komoditas yang bebas untuk diekspor. Namun, dominasi ekspor kratom mentah menginisiasi pemerintah untuk mendorong hilirisasi dan peningkatan nilai tambah ekspor kratom.
Bertempat di PT Oneject Indonesia, Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat pada Jumat, (28/2) Menteri Perdagangan Budi Santoso melepas ekspor perdana kratom produksi CV Cahaya dari Pontianak, Kalimantan Barat, sebanyak 351 ton kratom, atau 13 kontainer, atau senilai USD 1,05 juta atau sekitar Rp17 miliar.
Mendag Budi Santoso menyampaikan apresiasinya atas pelepasan ekspor perdana Kratom tersebut. Kratom, yang dilepas ekspornya dalam bentuk bubuk ini, dapat diolah menjadi berbagai produk kesehatan dan herbal. Ia mengatakan, momen pelepasan ekspor kratom telah banyak dinanti pelaku usaha.
“Saya mengapresiasi semua pihak yang telah bersinergi mewujudkan aturan tata niaga ekspor kratom sehingga memberikan manfaat bagi para petani dan pelaku ekspor kratom. Selamat kepada para pelaku usaha kratom yang telah berhasil menembus pasar internasional dengan memenuhi standar ekspor yang ditetapkan pemerintah,” ujar Mendag Budi Santoso.
Mendag Budi Santoso menyampaikan, kratom yang boleh diekspor adalah yang berbentuk potongan, dihancurkan, atau dalam bentuk bubuk, dengan ukuran maksimal 600 mikron. Standar ini digunakan untuk menjamin kualitas kratom Indonesia yang diekspor. “Upaya ini ditempuh pemerintah untuk memberikan nilai tambah dan meningkatkan harga jual kratom Indonesia,” ungkap Mendag Busan.
Menyikapi peningkatan nilai tambah untuk kratom yang diekspor, Mendag Budi Santoso menyampaikan, Kemendag telah menunjuk PT SUCOFINDO sebagai surveyor pelaksana verifikasi atau penelusuran teknis ekspor kratom yang dilengkapi laboratorium uji. Hal tersebut menjadi bentuk nyata perhatian pemerintah dalam membantu pelaku usaha meningkatkan nilai tambah suatu komoditas, dalam hal ini kratom.
Direktur Utama PT SUCOFINDO Jobi Triananda menambahkan, SUCOFINDO sangat mendukung proses implementasi program verifikasi ekspor kratom. Sebagai lembaga Testing, Inspection and Certification (TIC) yang independen, SUCOFINDO berkomitmen untuk menjadi garda terdepan dalam memastikan kualitas kratom. PT SUCOFINDO juga telah terakreditasi SNI ISO/IEC 17020:2012 sebagai lembaga inspeksi produk kratom dan SNI ISO/IEC 17025:2017 untuk laboratorium uji produk kratom.
“Sebagai perusahaan yang independen, setiap sampel yang kami terima akan melalui proses pengujian dan verifikasi yang ketat sesuai standar kualitas yang ditetapkan tanpa adanya toleransi khusus. Untuk mendukung hal ini, PT SUCOFINDO telah mempersiapkan sumber daya berupa tenaga ahli, teknologi, dan metode yang telah teruji,” kata Jobi.